Minggu, 08 Februari 2026

SIPANDU (Aplikasi Pencegahan Perundungan)



Apa Itu Perundungan?

Perundungan (bullying) di sekolah adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang kali oleh satu atau sekelompok siswa terhadap siswa lain, mengakibatkan ketidakseimbangan kekuatan, serta menyebabkan trauma fisik maupun mental. Tindakan ini mencakup jenis fisik (memukul), verbal (menghina), sosial (mengucilkan), dan cyberbullying. Pencegahannya memerlukan kebijakan tegas, pembentukan tim anti-perundungan, dan komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua. 

Jenis-Jenis Perundungan di Sekolah

·    Fisik: Tindakan langsung seperti memukul, menendang, mencubit, atau merusak barang milik korban.

·  Verbal: Penggunaan kata-kata untuk menyakiti, termasuk mengejek, menghina, memfitnah, atau memberikan julukan merendahkan.

·       Sosial (Relasional): Manipulasi hubungan sosial, seperti menyebarkan rumor, mempermalukan di depan umum, atau mengucilkan korban dari pergaulan.

·       Cyberbullying: Perundungan melalui media digital, seperti mengirim pesan ancaman, menyebarkan foto atau video intimidasi, dan komentar jahat di media sosial.

·       Nonverbal/Isyarat: Gestur merendahkan, seperti tatapan sinis atau ekspresi wajah mengancam.

·       Finansial/Ekonomi: Pemaksaan atau pemerasan uang dan barang berharga. 

Dampak Perundungan

Korban perundungan sering mengalami dampak negatif, antara lain:

·       Kesehatan Mental: Kecemasan, depresi, rasa rendah diri, dan stres.

·       Akademik: Penurunan prestasi dan kesulitan fokus belajar.

·       Sosial: Terisolasi dan merasa kesepian. 

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Berdasarkan Permendikbud Ristek No. 46 Tahun 2023, sekolah diwajibkan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). 

1.     Pengawasan: Meningkatkan pengawasan di area rawan (toilet, kantin, koridor).

2.     Edukasi: Melakukan penyuluhan berkala mengenai dampak bullying bagi siswa, guru, dan staf.

3.     Pelaporan: Menyediakan mekanisme pengaduan yang aman bagi korban dan saksi.

4.     Intervensi: Memberikan dukungan psikologis/konseling kepada korban dan pelaku.

5.     Peran Orang Tua: Membangun komunikasi terbuka dan mendampingi anak jika menjadi korban. 

Jika terjadi perundungan, segera laporkan ke wali kelas, guru BK, atau pihak berwenang di sekolah untuk ditindaklanjuti secara tegas.

Aplikasi Sipandu

Aplikasi ini dibuat dengan tujuan utama pencegahan perundungan pada siswa/siswi SMP Negeri 1 Bantarsari Kabupaten Cilacap. Aplikasi ini dibuat dengan platform Canva. Isi dari aplikasi ini antara lain:

1.     Informasi tentang perundungan (pengertian, dampak, dan cara mencegahnya).

2.     Dampak serius dari adanya perundungan.

3.     Kanal laporan jika menyaksikan adanya potensi perundungan.

Pada pelaksanaannya, aplikasi ini dibagikan kepada tim khusus, yang anggotanya dipilih dari siswa dengan seksama dilihat dari integritas dan kejujurannya. Setiap laporan yang masuk, akan ditelaah oleh guru BP/BK, yaitu Radinal Verdiawan, S.Pd., dan Amad Makhali, S.Pd.. Setelah ada laporan dan ditelaah, guru BP/BK tersebut akan melakukan pembinaan secara intensif kepada siswa-siswa yang tersangkut masalah perundungan tersebut.

Rabu, 01 Oktober 2025

Percepat Implementasi Pembelajaran Mendalam, Spensaba Menggelar IHT

IHT adalah singkatan dari In House Training, yaitu kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di dalam lingkungan satuan pendidikan (sekolah) untuk meningkatkan kompetensi guru, tenaga kependidikan, atau pegawai sekolah.

Pelatihan ini biasanya diselenggarakan oleh sekolah sendiri, dengan narasumber internal (guru berpengalaman, kepala sekolah, pengawas) atau narasumber eksternal yang diundang sesuai kebutuhan.

Jumat, 26 September 2025

Kendala dan Solusi dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam di Sekolah

Oleh: Zaenal Arifin, S.Pd.,M.Pd.

Pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi salah satu arah perubahan penting dalam Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mampu menghafal materi pelajaran, tetapi juga memahami konsep secara menyeluruh, mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Namun, dalam praktiknya, implementasi pembelajaran mendalam di sekolah belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Banyak guru yang masih terbiasa menggunakan pendekatan konvensional yang menekankan penyelesaian materi daripada pemahaman makna. Akibatnya, proses belajar sering kali masih bersifat dangkal dan belum memberi ruang cukup bagi siswa untuk bereksplorasi dan menemukan makna belajar yang sesungguhnya.

Selasa, 16 September 2025

MBG dan Kecerdasan Otak



Oleh: Zaenal Arifin, S.Pd.,M.Pd.

Hubungan antara gizi pada makanan dan kecerdasan otak sangat erat, karena otak manusia membutuhkan berbagai zat gizi untuk berkembang dan berfungsi optimal. Gizi yang baik tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat.

Gizi sebagai Bahan Bakar Otak

Otak membutuhkan energi dari glukosa yang berasal dari makanan bergizi seperti nasi, roti, buah, dan sayur. Kekurangan asupan energi dapat menyebabkan anak cepat lelah, sulit fokus, dan lambat merespons pelajaran. Selain itu, protein dari ikan, telur, dan kacang-kacangan penting untuk membentuk sel-sel otak baru dan memperkuat koneksi antar-neuron.

Minggu, 14 September 2025

Pelaksanaan Program MBG di SMP Negeri 1 Bantarsari

Program MBG adalah program yang bertujuan agar anak sekolah dan kelompok rentan (misalnya balita, ibu hamil/menyusui) mendapatkan makanan bergizi secara gratis, sehingga pemenuhan gizi dan kesehatan mereka dapat meningkat, dan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia dapat diperkuat. Program ini diluncurkan sebagai salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi “Indonesia Emas 2045”. 

Kamis, 28 Agustus 2025

Gudep SMPN 1 Bantarsari Raih Juara II Gudep Mantap




Gugus Depan Gerakan Pramuka Pangkalan SMP Negeri 1 Bantarsari, baru-baru ini berhasil meraih Juara II Lomba Gudep Mantap Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Cilacap. Penghargaan diserahkan oleh Pengurus Kwarcab Cilacap dalam sebuah upacara yang dipimpin oleh Bupati Cilacap, Dr. Syamsul Aulia Rachman, S.STP.,M.Si., pada tanggal 29 Agustus 2025 di Lapangan Krida Cilacap Utara.

SIPANDU (Aplikasi Pencegahan Perundungan)

Apa Itu Perundungan? Perundungan ( bullying ) di sekolah adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang kali oleh satu atau sekelompok si...