Barang siapa memuji Anda berlebihan, maka dia telah membohongi Anda

Rabu, 31 Juli 2013

Pengukuran Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar tiap satuan waktu. Simbol kuat arus listrik adalah I, sedangkan satuan kuat arus listrik adalah C/s (coulomb per sekon), atau ampere (A).
Kuat arus listrik dapat diukur menggunakan alat yang disebut Amperemeter. Bagian-bagian dari amperemeter adalah sebagai berikut: 
 Sedangkan hasil ukur dari pembacaan skala di atas, dapat dihitung dengan rumus:
dengan SU = Skala Ukur
            BU = Batas Ukur
            SM = Skala Maksimum
Jika melihat gambar di atas, maka kita peroleh, SU = 10, BU = 5 A, dan SM = 40. Maka hasil ukur pada pengukuran pada gambar di atas adalah:
Hasil Ukur = (10 x 5 A) / 40
                 = 1,25 A
Untuk lebih jelasnya dapat disaksikan pada tayangan berikut ini!

video

LATIHAN SOAL
1. Pada suatu pengukuran, digunakan batas ukur 500 mA dan skala maksimum 50. 
    Ternyata pada saat pengukuran, jarum skala menunjukkan angka 45. Hitunglah 
    hasil ukur yang diperoleh!
2. Pada suatu pengukuran, digunakan batas ukur 500 mA dan skala maksimum 
    100. Ternyata pada saat pengukuran, jarum skala menunjukkan angka 45. 
    Hitunglah hasil ukur yang diperoleh!

Senin, 22 Juli 2013

Apakah Petir Itu Listrik?

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Namun Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
·         Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
·         Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Bersama dengan magneisme (siafat kemagnetan pada benda), listrik dapat membentuk interaksi fundamental

yang dikenal sebagai elekromagnetisme.

Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik.
Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrikyang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.

Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara.
Petir sering terjadi pada saat musim hujan,karena pada musim hujan awan memiliki kandunga air yang besar. Hal ini menyebabkan perbedaan potensial di atomsfer yang menyebabakan munculnya petir.









Perhatikan video berikut!
video


Sabtu, 13 Juli 2013

Induksi Muatan Listrik

Jika suatu atom berinteraksi dengan atom lain, maka satu atau beberapa elektron satu atom dapat berpindah ke atom yang lain. Bagaimana elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain?
Orang biasanya menggosokkan dua benda. Sebagai contoh, saat kamu menggosokkan balon pada rambutmu berarti kamu memberikan muatan negatif pada balon itu. Ketika kamu dekatkan balon tersebut ke dinding yang bermuatan netral, maka balon akan menempel. Ini menunjukkan bahwa benda yang bermuatan pun akan menarik benda yang netral. Menempelnya balon yang bermuatan negatif membuat timbulnya bagian
bermuatan positif dan negatif pada dinding. Dinding yang dekat balon yang bermuatan negatif akan
bermuatan positif sedangkan yang sebelah dalam bermuatan negatif. Peristiwa seperti ini disebut induksi listrik.

Pada kehidupan sehari-hari, benda yang dapat digosok dan menjadi bermuatan listrik tidak hanya balon yang digosok ke rambut. Tabel berikut menyajikan peristiwa penggosokan benda yang menyebabkan elektron dapat berpindah.




 CONTOH SOAL:
1.      Lima benda A, B, C, dan D. Benda B ditarik oleh benda C, Benda C menolak benda A dan menarik benda D. Jika benda B adalah sebatang kaca yang telah digosok kain sutera maka jenis muatan listrik pada benda A, C, D adalah ....
      A. negatip, negatip, positip
      B.  negatip, positip, negatip
      C.  positip, negatip, positip
      D.  positip, positip, negatip

2.      Batang plastik yang telah digosok dengan rambut dapat menarik serpihan serpihan kertas karena….
            A. Negatif, karena kehilangan sebagian protonnya.
            B.  Positif, karena menerima proton dari rambut.
            C.   Negatif, karena menerima elektron dari rambut.
            D.   Positif, karena kehilangan sebagian elektronnya.

3.      Pada saat kita menggosok kaca dengan kain sutra maka terjadi perpindahan elektron dari…
             A.    kaca ke sutra sehingga kaca bermuatan positip
             B.    kaca ke sutra sehingga kaca bermuatan negatip
             C.     sutra ke kaca sehingg kaca bermuatan positip
             D.    sutra ke kaca sehingga kaca bermuatan negatip



Teori Atom

Struktur Atom
Atom merupakan bagian terkecil dari suatu materi. Atom terdiri dari inti atom dan kulit atom. Dalam inti
atom terdapat partikel penyusun atom yaitu neutron yang tidak bermuatan listrik (netral) dan proton yang bermuatan listrik positif. Pada kulit atom terdapat elektron yang bergerak mengelilingi inti atom dan bermuatan listrik negatif. Atom satu dengan atom yang lain dibedakan berdasarkan jumlah proton.




Atom yang Bermuatan Listrik
Muatan listrik yang dimiliki suatu atom ditentukan oleh jumlah proton dan elektron pada atom itu. Pada keadaan tidak bermuatan listrik (netral), jumlah proton dan elektron pada atom itu adalah sama. Karena interaksi dengan benda lain, elektron yang terletak pada kulit terluar suatu atom dapat berpindah ke atom yang lain, sehingga jumlah proton dan elektron pada atom itu menjadi tidak sama.

Suatu atom yang melepaskan elektron ke atom lain, jumlah elektronnya lebih sedikit dibandingkan protonnya. Keadaan yang semacam ini disebut atom tersebut kekurangan elektron dan bermuatan listrik positif.








Suatu atom yang menerima elektron dari atom lain, jumlah elektronnya lebih banyak dibandingkan protonnya. Keadaan yang semacam ini disebut atom tersebut kelebihan elektron dan bermuatan listriknegatif.








Interaksi Dua Atom Bermuatan Listrik
Apabila dua buah atom yang bermuatan listrik didekatkan satu sama lain, akan terjadi interaksi sebagai berikut:
1. Jika dua atom itu bermuatan listrik sejenis, maka akan timbul gaya tolak-menolak di antara dua atom itu.
2. Jika dua atom itu bermuatan listrik berlawanan jenis, maka akan timbul gaya tarik-menarik di antara dua atom itu.
Untuk lebih jelas tentang interaksi muatan listrik, perhatikan video percobaan siswa SMP Negeri 2 Tanjung Balai berikut!

video


CONTOH SOAL
 
1. Sebuah benda akan bermuatan positif bila . . . .
    a. kelebihan elektron
    b. kekurangan elektron
    c. kekurangan proton
    d. jumlah proton sama dengan jumlah elektron

2. Sebuah benda akan bermuatan negatif bila . . . .
    a. kelebihan elektron
    b. kekurangan elektron
    c. kekurangan proton
    d. jumlah proton sama dengan jumlah elektron

3. Jika di dalam suatu benda terdapat keseimbangan antara jumlah proton dengan
    jumlah elektron, maka benda tersebut......
    a. bermuatan positif
    b. bermuatan negatif
    c. netral
    d. kadang-kadang bermuatan positif

4. Jika dua muatan listrik sejenis didekatkan akan tolak-menolak dan bila tidak
    sejenis didekatkan akan tarik-menarik. Pernyataan tersebut sesuai dengan..
    a. hukum Ohm
    b. hukum Kirchoff
    c. hukum Newton
    d. hukum Coulomb

Selasa, 21 Februari 2012

UJIAN PRAKTIK FISIKA 2013

A. Tujuan Praktikum
Siswa dapat mengukur massa jenis benda dengan alat dan bahan yang telah
disediakan.

B. Alat dan Bahan
1. Neraca empat lengan 4. Silinder kuningan
2. Gelas ukur 5. Benang
3. Gelas kimia 6. Air

C. Cara Kerja
1. Ukurlah massa benda (silinder kuningan) dengan Neraca empat lengan yang telah
disediakan. Cara menggunakan neraca empat: atur skala dari yang besar dulu (karena benda yang ditimbang kurang dari 100 g, maka skala besar pada posisi nol). Atur skala sedang, kecil dan paling kecil, sampai angkanya muncul di lubang skala. Catat hasil pengukuranmu.
2. Ukurlah volume benda dengan gelas ukur berisi air. Mula-mula isikan gelas ukur dengan air, misal 30 ml (V1). Kemudian masukkan benda yang diukur, ke dalam gelas ukur, catat volumenya (V2). Catat hasil pengukuranmu.
3. Hitunglah massa jenis kuningan dengan rumus:





D. Data Pengamatan
1. Massa Silinder Kuningan
a. Skala besar = ……….. gram
b. Skala sedang = ……….. gram
c. Skala kecil = ……….. gram
d. Skala paling kecil = ……….. gram
Hasi pengukuran = ……….. gram

2. Volume
a. Volume air mula-mula (V1) = ………… cm3
b. Volume akhir (V2) = ………… cm3
c. Hasil pengukuran = V2 – V1 = ………… cm3

3. Massa jenis benda = ............ g/cm3

Senin, 01 Agustus 2011

Rangkaian Seri


Standar Kompetensi:
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
Menyelidiki Rangkaian Seri dan Paralel

Rangkaian lampu seperti gambar di bawah ini disebut rangkaian seri. Karena bagian-bagian dari suatu rangkaian seri disambung satu setelah yang lain, besarnya arus yang mengalir sama untuk seluruh bagian rangkaian. Apabila kamu menghubungkan tiga amperemeter ke dalam rangkaian tersebut seperti ditunjukkan pada gambar itu, ketiga amperemeter itu akan menunjukkan harga yang sama.










Apa yang terjadi jika salah satu bagian rangkaian seri terputus? Dalam rangkaian seri arus listrik hanya mempunyai satu jalan yang dapat dilewati. Karena itu apabila ada bagian yang terputus, berarti rangkaian dalam keadaan terbuka dan arus pasti tidak mengalir. Apakah hal ini sesuai dengan hasil pengamatanmu?

Pada di atas, dalam rangkaian seri, besar tegangan sumber, Vsumber, adalah sama dengan jumlah tegangan pada lampu A dan B,

Vsumber = VA + VB

Karena arus I yang melalui lampu-lampu tersebut sama besar, maka

VA = IRA dan VB = IRB

Oleh karena itu,

Vsumber = IRA + IRB atau

Vsumber = I(RA + RB)

Arus yang mengalir melalui rangkaian tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

Persamaan ini berlaku untuk setiap jumlah hambatan seri, tidak hanya dua seperti gambar di atas. Arus yang sama akan tetap mengalir bila satu resistor tunggal, R, mempunyai hambatan yang sama dengan jumlah hambatan dua lampu tersebut. Hambatan seperti itu disebut hambatan ekivalen rangkaian atau sirkuit tersebut. Untuk hambatan seri, hambatan ekivalen sama dengan jumlah seluruh hambatan yang dihubungkan seri.

R = RA + RB

untuk dua hambatan yang dihubungkan seri, dan

R = RA + RB + RC

untuk tiga hambatan yang dihubungkan seri, dan seterusnya.
Perhatikan bahwa hambatan ekivalen selalu lebih besar daripada setiap hambatan tunggal yang dihubungkan seri tersebut. Oleh karena itu, jika tegangan baterai tidak
berubah, penambahan lebih banyak alat secara seri selalu menurunkan arus tersebut. Untuk menghitung arus, I, yang mengalir dalam suatu rangkaian seri, pertama-tama
hitunglah hambatan ekivalen, R, dan kemudian gunakan persamaan berikut ini untuk menghitung I.























LATIHAN SOAL

Tiga buah hambatan, masing-masing 2Ω, 3Ω, dan 6Ω, dirangkai secara seri dan paralel. Tentukan hambatan pengganti secara seri dan secara paralel!

Senin, 25 Juli 2011

Hukum Coulomb



Standar Kompetensi:
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
3.1 Mendeskripsi-kan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah anda menyaksikan peristiwa dua benda non magnetik yang saling tarik-menarik? Jika belum, lakukanlah percobaan berikut:
Sobeklah selembar kertas menjadi potongan kecil-kecil (kurang lebih ukuran 1 cm x 1 cm). Kemudian gosokkanlah sebatang penggaris plastik ke rambut kering, dan dekatkan penggaris itu ke potongan kertas tadi. Apa yang terjadi? Potongan kertas kecil akan menempel ke penggaris plastik. Mengapa demikian?
Tarik menarik antara kertas dengan penggaris plastik terjadi akibat adanya perbedaan muatan listrik yang dimiliki kedua benda itu. Pada saat itu, kertas bermuatan listrik positif sedangkan penggaris plastik bermuatan listrik negatif.

Pada tahun 1786, Charles Coulomb dari Prancis mengadakan eksperimen untuk menyelidiki interaksi antara benda-benda yang bermuatan listrik. Hasil eksperimen itu kemudian dinyatakan ke dalam hukum Coulomb, yang berbunyi:
"besar gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik yang terpisah pada jarak tertentu sebanding dengan besar muatan kedua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda."
Hukum Coulomb itu dirumuskan:









Jika muatan kedua benda sejenis, maka akan terjadi gaya tolak menolak. Jika muatan kedua benda berlawanan jenis, maka akan terjadi gaya tarik menarik.

Contoh Soal





















Tanda negatif (-) menunjukkan bahwa gaya coulomb yang timbul merupakan gaya tarik menarik.

LATIHAN SOAL