Barang siapa memuji Anda berlebihan, maka dia telah membohongi Anda

Senin, 01 Agustus 2011

Rangkaian Seri


Standar Kompetensi:
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
Menyelidiki Rangkaian Seri dan Paralel

Rangkaian lampu seperti gambar di bawah ini disebut rangkaian seri. Karena bagian-bagian dari suatu rangkaian seri disambung satu setelah yang lain, besarnya arus yang mengalir sama untuk seluruh bagian rangkaian. Apabila kamu menghubungkan tiga amperemeter ke dalam rangkaian tersebut seperti ditunjukkan pada gambar itu, ketiga amperemeter itu akan menunjukkan harga yang sama.










Apa yang terjadi jika salah satu bagian rangkaian seri terputus? Dalam rangkaian seri arus listrik hanya mempunyai satu jalan yang dapat dilewati. Karena itu apabila ada bagian yang terputus, berarti rangkaian dalam keadaan terbuka dan arus pasti tidak mengalir. Apakah hal ini sesuai dengan hasil pengamatanmu?

Pada di atas, dalam rangkaian seri, besar tegangan sumber, Vsumber, adalah sama dengan jumlah tegangan pada lampu A dan B,

Vsumber = VA + VB

Karena arus I yang melalui lampu-lampu tersebut sama besar, maka

VA = IRA dan VB = IRB

Oleh karena itu,

Vsumber = IRA + IRB atau

Vsumber = I(RA + RB)

Arus yang mengalir melalui rangkaian tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

Persamaan ini berlaku untuk setiap jumlah hambatan seri, tidak hanya dua seperti gambar di atas. Arus yang sama akan tetap mengalir bila satu resistor tunggal, R, mempunyai hambatan yang sama dengan jumlah hambatan dua lampu tersebut. Hambatan seperti itu disebut hambatan ekivalen rangkaian atau sirkuit tersebut. Untuk hambatan seri, hambatan ekivalen sama dengan jumlah seluruh hambatan yang dihubungkan seri.

R = RA + RB

untuk dua hambatan yang dihubungkan seri, dan

R = RA + RB + RC

untuk tiga hambatan yang dihubungkan seri, dan seterusnya.
Perhatikan bahwa hambatan ekivalen selalu lebih besar daripada setiap hambatan tunggal yang dihubungkan seri tersebut. Oleh karena itu, jika tegangan baterai tidak
berubah, penambahan lebih banyak alat secara seri selalu menurunkan arus tersebut. Untuk menghitung arus, I, yang mengalir dalam suatu rangkaian seri, pertama-tama
hitunglah hambatan ekivalen, R, dan kemudian gunakan persamaan berikut ini untuk menghitung I.























LATIHAN SOAL

Tiga buah hambatan, masing-masing 2Ω, 3Ω, dan 6Ω, dirangkai secara seri dan paralel. Tentukan hambatan pengganti secara seri dan secara paralel!

11 komentar:

  1. Blog yang bagus, salam kenal dan kunjung balik ya di www.blog.ardansirodjuddin.com

    BalasHapus
  2. Pak guru Fisika, ya?
    Salam hangat dari Pekalongan, Pak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam hangat dari Kroya, pak.... Saya ikut download pelatihan UKG-nya pak... trims...

      Hapus
  3. Jalan sore....Semoga sukses di Lomba Blog Guru....Salam Kenal....hadisetyo.co.cc

    BalasHapus
  4. Pak Mursyid, salam hangat kembali dari Kroya Cilacap.
    Pak Hadisetyo, salam kenal juga pak... blog bapak malah lebih bagus lagi, semoga sukses dalam lomba blog guru....

    BalasHapus
  5. maaf lahir bathin pak! semoga sukses selalu. gmn perkembangan fisika di sana pa? butuh perjuangan keras untuk mengajarkan fisika

    BalasHapus
  6. Maaf lahir batin juga pak Aan... meskipun keras, harus kita lakukan....

    BalasHapus
  7. Pak Ardan, salam kenal juga, terima kasih sudah berkunjung...

    BalasHapus
  8. he..he waktu sekolah dulu saya paling takut sama fisika.... judheg kalu ketemu gerak setripetal dan sentri fugal..... ketika kuliah dosen fisikanya pinter banget, kalu njelaskan cuepet banget, tambah ra mudeng..... terima kasih atas kunjungan Bapak ke blog saya, kalu sempat mampir ke gubug saya di Slamet Ambal desa karangtawang rt3/4 nusawungu, lor greja , prapatan lor MI Ngetan... gutul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke Mas Suryo..... Insya Allah kalau ada waktu saya mampir ke nusawungu....

      Hapus
  9. lomba blog guru saya sanagt senang sekali sungguh mulya membuat program ini makasih bnyak "pahlawan tanpa tanda jasa " semoga para guru semakin sejahtera. amin. dan semangat mencerdaskan bangsa

    BalasHapus