
Sifat bayangan merupakan salah satu hal yang dipelajari pada materi Optik Geometris. Sifat bayangan juga merupakan salah satu materi yang sering keluar pada soal UN (Ujian Nasional). Namun, seringkali siswa SMP sulit untuk menentukan sifat bayangan dari suatu benda tanpa menggambar terlebih dahulu proses pembentukan bayangannya. Sementara untuk menggambar proses pembentukan bayangan, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Padahal penggunaan waktu yang efektif, sangat dituntut dalam mengerjakan soal, terutama Ujian Nasional.
Sebenarnya ada cara untuk menentukan sifat bayangan, tanpa harus menggambar proses pembentukan bayangannya terlebih dahulu, dengan beberapa hal penting berikut:

1. Ruang Bayangan + Ruang Benda = 5
Rumus ini dapat digunakan untuk menentukan letak ruang bayangan benda. Pembagian ruang optik pada cermin dan lensa adalah sebagai berikut:
Ruang 1 = antara O dan F
Ruang 2 = antara F dan 2F
Ruang 3 = > 2F (sebelah kiri 2F)
Ruang 4 = sebelah kanan cermin/lensa
2. Jika Ruang Benda > Ruang Bayangan, maka bayangan diperkecil
Jika Ruang Benda < Ruang Bayanagan, maka bayangan diperbesar
3. Bayangan di depan cermin, berarti nyata dan terbalik.
Bayangan di belakang cermin, berarti maya dan tegak.
Sebagai contoh, jika benda terletak di antara F dan 2F (Ruang 2) pada cermin cekung, maka bayangan akan terletak di Ruang 3 (depan cermin), sehingga sifat bayangannya nyata, terbalik, diperbesar.
Ok, saya kira ini bisa mempermudah siswa untuk menentukan sifat bayangan.
BalasHapusSiiiipppp.....
BalasHapuseksistkroya & smp2kroya, thanks komentarnya....
BalasHapus